Program Peduli Sungai Dinas PU-PR OKI, Sulap Sungai Menjadi Hutan

  • Whatsapp

OKI, Utarapost.Net – Program Perduli Lingkungan yang sempat dicanangkan pada bulan Maret 2021 lalu oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang di prakarsai Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang (PU-PR). Program peduli lingkungan tersebut melingkupi kepedulian pada kebersihan sungai.

Jumat pagi, tanggal 26 Maret 2021 lalu, progam ini di laksanakan, dengan merangkul semua lapisan masyarakat dari unsur Muspida sampai ke masyarakat biasa. Ikut bergotong royong membersihkan sungai Komering dari eceng gondok. Saat pelaksanaan kegiatan ini, cukup ramai di kabarkan oleh sejumlah media massa online.

Bacaan Lainnya

Selain untuk menjaga kebersihan sungai. Diduga hal ini dilakukan oleh DInas PU-PR sebagai bentuk penanggulangan pada peristiwa beberapa hari sebelum program ini di canangkan. JEMBATAN di desa Serigeni yang kurang lebih 2 tahun berdiri tiba-tiba AMBRUK. Diduga kuat dampak dari tumpukan eceng gondok yang memadat dibawah tiang penyangga jembatan.

Menurut Bagus Saputra Seketaris Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) DPW Tingkat II Kabupaten OKI. Program PEDULI SUNGAI yang di prakarsai DINAS PU-PR bukanlah program yang berkelanjutan.

“Lihat saja rumput di bawah jembatan yang ada di tengah-tengah Kota Kayuagung seperti HUTAN, hingga saat ini belum juga tersentuh oleh pihak Dinas PU-PR, saya menduga progam tersebut hanya untuk pengalihan perhatian publik untuk menutupi kabar ambruknya Jembatan di Desa Serigeni yang hanya berselang beberapa hari sebelum adanya program ini,” terangnya,

Sebelum terjadi peristiwa Jembatan roboh di Desa Serigeni, Dinas PU PR di anggap mengabaikan kebersihan sungai Komering dari eceng gondok dan kurangnya rasa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan (Sungai).

“Jembatan yang ada di tengah kota saja tak di perhatikan, apalagi Jembatan yang ada di desa-desa. Lantas dimana anggaran perawatan dan survey jembatan, hal itu perlu di pertanyakan. Juga dana pendataan sungai. Jika tiga program itu benar dilaksanakan saya rasa tak mungkin ada hutan di tengah sungai Komering seperti saat ini.” Pungkasnya.

Hingga berita ini di turunkan Dinas PU PR Kabupaten OKI belum bisa di konfirmasi dan awak media ini sudah berusaha untuk menemui Kepala Bidang Perairan akan tetapi yang bersangkutan tak di tempat dan awak media mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp (WA) ke Kabid Perairan juga tidak ada tanggapan. (her)

Pos terkait