Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

  • Whatsapp

Gangga, Utarapost.net – Badan Permusyawaratan Desa Sambik Bangkol (BPD Samba), Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara menggelar rapat Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2021. PAW semestinya dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Namun dikarenakan regulasi di tingkat kabupaten yang belum ada, sehingga baru bisa diselenggarakan tahun ini. Demikian disampaikan Ketua BPD Samba, Madhan, S.Pd.I pada saat rapat pembentukan Panitia Pilkades PAW di Balai Desa setempat, Sabtu (16/10).

Rapat dihadiri Penjabat Kades Samba, Sarjono, para anggota BPD, Sekdes Samba Hadianto, Kasi Pemerintahan Samba, Hamzah. Hadir juga sejumlah Perangkat Desa Samba, Ketua MKD, Ketua LPM, unsur PKK, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Samba.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Madhan menerangkan dua sistem Pilkades yaitu sistem reguler dan sistem Pergantian Antar Waktu (PAW). Pilkades reguler dilaksanakan periodik enam tahunan, seperti di 13 desa saat ini. Sementara Pilkades PAW itu melanjutkan sisa masa jabatan kepala Desa yang diganti. PAW diselenggarakan karena (i) kepala desa berhenti dan/atau diberhentikan dengan sisa masa jabatan lebih dari 1 (satu) tahun; atau (ii) kepala desa terpilih meninggal dunia/berhalangan tetap sebelum dilantik. Dalam konteks Desa Samba, lanjut Madhan, dilakukannya Pemilihan Antar Waktu karena kepala Desa meninggal dunia.

“PAW diadakan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kades yang diganti. Masa jabatan kades yang terpilih lewat PAW ini nanti nyaris kurang lebih 1,5 tahun,” kata Madhan.

Menurutnya, rujukan hukum Pilkades PAW itu adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 13 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

“Komposisi panitia yang dibentuk terdiri dari unsur perangkat desa dan unsur tokoh masyarakat,” tutupnya.

Dalam pada itu, Penjabat Kades Samba, Sarjono, mengungkapkan pentingnya nakhoda desa guna terselenggaranya fungsi Pemerintahan Desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, ruang pemerintahan dalam sistem NKRI ada empat yaitu di Pusat dipimpin presiden, di Provinsi dipimpin gubernur, di Kabupaten/Kota dipimpin bupati dan walikota, serta di tingkat desa (otonomi murni) dinakhodai kepala Desa.

Ia lantas meminta semua pihak mengawal seluruh tahapan Pilkades PAW hingga dilantiknya kepala desa terpilih.

“Saya harap Pilkades sistem PAW ini harus berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Desa kita yang pertama menerapkan sistem Pergantian Antar Waktu ini. Menjadi Pilot Project di KLU, maka harus sukses dan meninggalkan kesan baik. Ini tugas kita bersama,” harap Pj. Kades Samba itu.

Oleh karena itu, demi kelancaran suksesi pimpinan desa setempat, kata Sarjono, panitia yang terbentuk nantinya harus cerdas dan memahami utuh regulasi PAW agar dikemudian hari tidak menimbulkan riak-riak demokrasi. Meskipun riak-riak dalam demokrasi itu, diakuinya, sebagai dinamika menuju masturitas dalam berdemokrasi.

“Kesuksesan Pilkades PAW ini nantinya dilihat dari dua indikator, yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses hasil (terpilihnya Kades) yang sesuai dengan harapan masyarakat dan mampu memimpin desa ini lebih baik kedepan,” terang Pj Kades yang juga Mantan Ketua IPMLU Yogyakarta itu.

Pj Kades Samba itu lantas berpesan panitia yang terpilih nanti bisa melaksanakan segala aturan perundang-undangan pemilihan, berlaku adil, bekerja secara profesional, netral dan kredibel.

“Ini semua agar kita bisa menciptakan suasana damai dan tentram sehingga siapapun yang terpilih jadi kades Samba bisa diterima masyarakat dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kasubbag Kompim pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU ini mengajak multipihak untuk bersinergi dan bekerja sama satu dengan lainnya. Sebab, tegasnya, tanpa sinergi akan berat sesuatu bisa dilakukan.

“Pada berbagai kesempatan saya kerap sampaikan secerdas apapun orang tidak mungkin bisa melakukan sendiri apa yang diinginkannya tanpa kerjasama dengan orang lain. Kuncinya sinergi dan gotong royong,” pungkasnya.

Rapat pembentukan panitia PAW itu berlangsung lancar berkat koordinasi dan komunikasi yang baik, mulai dari acara pembukaan hingga pengambilan sumpah/janji panitia yang terpilih. (bdi)
Foto: met/samba

Pos terkait