Pariwisata Bangkit, Disparekraf KLU Adakan Pelatihan Mitigasi Kebencanaan di Destinasi Wisata

  • Whatsapp

PEMENANG, Utarapost.net-Menopang kebangkitan kembali pariwisata Lombok Utara (KLU) Dinas Pariwisata melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDM Ekraf) melaksanakan pelatihan mitigasi kebencanaan di teritori destinasi pariwisata, berlangsung di Hotel Louis Amarsvati, Selasa (23/11/21). Dihadiri Dosen STP Mataram Dr. Jumail, SST.Par, M.Par, Kasubag Program BPBD Agus Heri Purnomo ST, Disres.Dev, Kasi PSDM Ekraf Dispar, Pokdarwis se-KLU, Perwakilan dari Jejaring Pengembangan Desa Wisata Indonesia (JPDWI), serta Forum Komunikasi Pokdarwis Lombok Utara.

Ketua Panitia Penyelenggara Fahman Toriki, SST.Par, MISTM dalam laporannya menyampaikan pihaknya berharap seluruh peserta pelatihan mitigasi kebencanaan bisa mentransfer ilmu dalam membangun pariwisata di daerah kita (KLU-red). Dilaporkan kegiatan berlangsung selama dua hari (23 s/d 24 November 2021).

Bacaan Lainnya

Pelatihan mitigasi bencana tersebut dibiayai dana alokasi khusus (DAK) dari pelayanan kepariwisataan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2021.

“Ini adalah rangkaian pelatihan yang kita lakukan di tahun 2021. Jadi tujuan pelatihan mitigasi bencana di destinasi pariwisata untuk mengikatkan pengetahuan peserta, motivasi dan kemampuan melakukan mitigasi dan pengelolaan krisis akibat bencana yang terjadi di destinasi wisata. Saya berharap para peserta menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Ikuti pelatihan ini dengan serius dan akhir kegiatan ini akan dibagikan sertifikat pelatihan,” tutup Kabid PSDM Ekraf Dispar KLU itu.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Drs. Ainal Yakin membuka pelatihan mengharapkan Covid-19 dapat segera berakhir agar ekonomi di Lombok Utara bisa bangkit seperti sebelumnya.

Menurutnya, selama dua tahun Covid-19 yang dirasakan sektor pariwisata sangat tertekan atau down di Lombok Utara, sehingga kondisi saat ini masuk di titik terendah dalam sejarah pariwisata di dunia dan khusus di Lombok Utara.

Setelah kami lihat data Dinas Pariwisata KLU, ini yang paling rendah pasca gempa tahun 2018. Kemarin tidak begitu turun drastis. Setelah ada Covid ini, penurunannya sangat luar biasa. Sedangkan PAD kita di Lombok Utara ini sebesar 70 %-80 % berasal dari pariwisata. Kondisi ini harus bisa kita pikirkan bersama,” pinta Aenal.

Tujuan kegiatan tersebut, katanya, mencari cara mengembalikan marwah pariwisata bisa bangkit serta memulihkan ekonomi masyarakat KLU.

Ia berpesan pelatihan itu menjadi cikal bakal untuk mengembangkan diri di tempat wisata masing-masing, baik desa wisata, pengelola destinasi dan lain-lain.

Pentingnya mitigasi bencana itu, masih kata Aenal, memberikan kenyamanan wisatawan datang ke Lombok Utara dengan memperhatikan tiga kondisi yaitu prabencana, saat bencana, dan pascabencana.

“Kami dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KLU dengan semangat yang tinggi berjuang untuk dapat mengembalikan marwah pariwisata dan ekonomi masyarakat Lombok Utara,” pungkasnya. (bdi)

Pos terkait