Wakili Bupati Lotim, Dr Fauzan Buka Seminar Nasional Managemen Ponpes

  • Whatsapp

 

Lombok Timur, Utatapost.net – Bentuk dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terhadap kemajuan pendidikan keagamaan dan para santri Pemda telah menghibahkan 14 bidang tanah dengan luas 86.130 m2 atau senilai Rp. 7,5 miliar. Sembilan (9) Bidang diantaranya telah bersertifikat atas nama Kementerian Agama (Kemenag) dan lima (5) bidang tengah diproses untuk pemecahan sertifikat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Lombok Timur Bidang Pendidikan Dr Fauzan MPd pada pembukaan Seminar Nasional Pemberdayaan Management yang mengusung tema “Managemen pemberdayaan pesantren menuju pesantren maju dan mandiri” menghandirkan narasumber pembicara Dr KH Maswan Manaf, M. Si. Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Rabu (10/11).

 

Hibah tersebut, jelas Dr. Fauzan diperuntukkan lokasi kantor KUA, Sekolah/Madrasah,pondok pesantren, serta pusat layanan haji dan umrah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.

Stafsus Bupati ini juga menambahkan bahwa DPRD juga telah menyetujui hibah sejumlah lahan aset milik Pemda beberapa waktu lalu,

“Hari Selasa beberapa waktu lalu DPRD Lombok Timur melalui Komisi I telah menyetujui hibah 11.800 m2 lahan aset kabupaten Lombok Timur untuk pondok pesantren,” lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikannya juga oleh Dr Fauzan Pemerintah Daerah Lombok Timur memberikan 1.000 bea siswa tiap tahun untuk santri Tahfiz

“Tahun ini sudah menjadi tiga ribuan. Setiap anak mendapatkan 5 juta rupiah per tahun” terang Doktor Matematika ini

Saat ini, kata Dr Fauzan, harapan lama sekolah di Lombok Timur 13,69, artinya untuk setiap anak Lombok Timur yang berusia 7 tahun ke atas ada estimasi pendidikannya sampai diploma dua. Tetapi yang menjadi masalah kita rata-rata lama sekolah kita masih 6,7 tahun. Rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan yang pernah dijalani sampai saat ini menurut data BPS adalah 6,7 tahun.

“Artinya diperlukan kerjasama yang lebih sinergis antara pemerintah dan semua lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, untuk ber sama-sama bisa meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Kita harus bersatu mengurangi angka Drop out, dan kita yakin, dengan kebersamaan, tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan” imbuh mantan Kepala Dikpora KLU ini

Pada penghujung sambutannya Dr Fauzan berharap kerja sama dan sinergi Pemerintah daerah dengan Kementerian Agama dan Pondok Pesantren semakin kuat

“Untuk mewujudkan Lombok Timur yang adil, sejahtera, dan aman” tutup Dr Fauzan (sas)

Pos terkait