Pemkot Yogyakarta Dorong Kolaborasi Smart City Perkuat Smart Province

  • Whatsapp

Asisten Administrasi Umum Pemkot Yogyakarta Kris Sarjono Sutejo saat membuka Forum Smart City se-DIY

 

Bacaan Lainnya

 

KOTA Yogyakayrta (DIY), utarapost.net – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Yogyakarta mendorong kolaborasi dalam pelaksanaan smart city antara kota, kabupaten dan Pemda DIY. Terutama untuk memaksimalkan smart city yang dilaksanakan selama ini dan juga untuk menguatkan smart province.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Yogyakarta Kris Sarjono Sutejo mengatakan masing-masing kabupaten dan kota tentu akan memaksimalkan pelaksanaan smart city. Jika semua wilayah berupaya memaksimalkan pelaksanaan smart city, maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengkolaborasikan smart city.

“Terkait pelaksanaan smart city di Kota Yogyakarta khususnya dan syukur-syukur nanti bisa menyatu di seluruh DIY, terutama lintas kota kabupaten. Ini nanti perlu “dikolaborasikan”. Ini menurut saya yang paling pokok dan tugas dari Pemda DIY,” kata Kris saat membuka Forum Smart City se-DIY yang dihadiri perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika kota, kabupaten dan DIY, Kamis (22/9/22).

Dalam Forum Smart City se-DIY Kris juga menyarankan agar bisa melibatkan OPD lain seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang bisa berwenang dalam merencanakan anggaran.

“Apabila manajemen proses dan kebijakan mendukung Smart city akan lancar pelaksanaannya. Mulai dari perencanaan sampai realisasi pelaksanaan. Dukungan tidak hanya perangkat IT tapi juga sumber daya manusia dan sebagainya,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono menyampaikan Forum Smart City se-DIY adalah pada konteks penguatan smart province. Dengan adanya kolaborasi dari kota, kabupaten dan DIY, menjadi salah satu prasyarat nya. Dicontohkan smart city di kota dan kabupaten banyak bersinggungan dengan masyarakat sehingga memiliki bobot lebih luas sebagai pelayanan publik. Sementara di provinsi lebih pada data besarnya.

“Ketika bicara smart province tidak bisa mendudukan DIY sebagai suatu entitas sendiri, tapi terdiri dari kabupaten dan kota. Maka dalam rangka penguatan smart city DIY diperlukan penguatan – penguatan smart city Kabupaten dan Kota,” papar Trihastono.

Menurutnya pelaksanaan smart city di Kota Yogyakarta dari segi infrastruktur dan perangkat lunak pendukung tidak mengalami masalah karena hampir menyentuh semua kebutuhan layanan masyarakat. Agar smart city yang sudah ada sekarang bisa dimanfaatkan secara optimal, perlu menginternalisasikan smart city kepada masyarakat sebagai pengguna dan perangkat pemberi layanan sebagai subyek.

“Suatu kota atau kabupaten disebut smart city pasti harus direpresentasikan oleh masyarakat yang cerdas serta kebiasaan dan perilaku birokrasi yang cerdas. Budaya cerdas bagaimana smart city bisa berdampak pada semakin produktifnya masyarakat. Karena dengan layanan-layanan berbasis smart city waktu panjang dan jarak tempuh bisa direduksi,” jelasnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Sugeng Wahyudi menyoroti terkait kesenjangan infrastruktur teknologi informasi di kabupaten kota di DIY. Diakuinya hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Salah satunya isu perkembangan teknologi informasi agar merata di kabupaten dan kota baik struktur, suprastruktur maupun infrastruktur. Oleh sebab itu pihaknya mendorong agar kabupaten kota dapat memanfaatkan dana keistimewaan untuk mendukung infrastruktur dan sarana smart city.

“Program gerakan menuju smart city ini harus berkelanjutan sehingga harus berkolaborasi dengan smart province,” tandas Sugeng. (aji)

Pos terkait