Buka FGD Penyusunan RAD, Aman: Wujudkan Kota Yogyakarta Ramah Lansia

  • Whatsapp

Sekda Kota Yogyakarta saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan RAD penyelenggaraan kesejahteraan Lansia

 

Bacaan Lainnya

 

KOTA YOGYAKARTA (DIY), utarapost.net – Upaya pemenuhan kesejahteraan lanjut usia (Lansia) dan mewujudkan Yogyakarta sebagai kota ramah lansia. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) penyelenggaraan kesejahteraan lansia. Seiring meningkatnya penduduk lansia di Kota Yogyakarta sehingga perlu diantisipasi.

Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya menyebut meningkatnya penduduk lansia di Kota Yogyakarta berdasarkan data dan persentase dari tahun 2019 sampai 2021. Sedangkan tahun 2018 penduduk lansia 10,5 persen, tahun 2020 13,3 persen dan pada tahun 2021 menjadi 14,4 persen. Sementara itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta mencatat, total penduduk Kota Yogyakarta per Juni 2022 mencapai 412.589 jiwa dan jumlah lansia (di atas 60 tahun) per Juni 2022 sebanyak 58.384 jiwa.

“Lansia merupakan bagian yang harus kita perhatikan dan menjadi sumber daya penting Kota Yogyakarta. Atas dasar itulah maka penyusunan rencana aksi daerah kesejahteraan lansia menjadi sesuatu yang sangat strategis,” kata Aman saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan RAD penyelenggaraan kesejahteraan Lansia di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Selasa (27/9/22).

Aman menyampaikan penyusunan RAD penyelenggaraan kesejahteraan lansia sudah diatur Peraturan Walikota (Perwal) nomor 38 tahun 2019 tentang penyelenggaraan kesejahteraan lansia dan Perwal nomor 450 tahun 2019 tentang roadmap Kota Yogyakarta menuju Kota Ramah Lanjut Usia. Termasuk manfaat dari RAD harus dapat dirasakan seluruh elemen lansia, komitmen dari banyak pihak dan harus mampu dilaksanakan.

“Arah kebijakan RAD penyelenggaran kesejahteraan lansia untuk mewujudkan Kota Yogyakarta ramah lansia dan mewujudkan layanan lansia terintegrasi,” ujarnya.

Adapun layanan lansia terintegrasi (LLT) adalah sebuah layanan yang akan mengintegrasikan layanan yang sudah ada agar kebutuhan dasar lansia terpenuhi.

“Fokus utama LLT adalah mendirikan layanan lanjut usia terintegrasi, membangun sistem manajemen kasus, meningkatkan perawatan primer untuk lansia serta memperkuat kerja sama multisektor dan sistem tata kelola” pungkasnya

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengatakan guna penyempurnaan penyusunan RAD penyelenggaran kesejahteraan lansia, yang sedang disusun Bappeda. Melalui kegiatan FGD pihaknya menghimpun semua masukan dari berbagai pemangku kepentingan, terutama agar hasilnya bisa terintegrasi dalam perencanaan pembangunan sebagai upaya pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan lansia.

“Selain itu untuk mendiseminasikan kebijakan pemkot terkait penyelenggaraan kesejahteraan lansia di Kota Yogyakarta,” katanya

Peningkatan pendudukan lansia ini berpotensi menjadikannya beban jika mereka mengalami penurunan kesehatan, sehingga mengakibatkan produktivitas rendah, pendapatan tidak memadai dan tinggi biaya pelayanan kesehatan.

“Untuk itu peningkatan penduduk lansia perlu diantisipasi agar tidak berpotensi menjadi beban. Penyusunan rencana aksi daerah ini sebagai upaya pemenuhan kesejahteraan lansia,” tandas Agus.(aji)


Pos terkait