Ungguli Kompetisi, Fika Afriani Toreh Penghargaan Guru Inspiratif Terbaik Nasional 2022

  • Whatsapp

Fika Afriani, S.Pd, M.Pd guru inspiratif tahun 2022

 

Bacaan Lainnya

 

MATARAM (NTB), Utarapost.net – Fika Afriani, S.Pd, M.Pd menorehkan prestasi gemilang dalam seleksi guru inspiratif tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI.

Dalam seleksi super ketat yang diikuti 2950 guru dengan berbagai jenjang pendidikan, Fika Apriani keluar sebagai pemenang kompetisi dengan menggondol Penghargaan Guru Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2022. Wanita kelahiran Karang Bedil Mataram 38 tahun silam ini adalah seorang Guru Geografi di SMA Negeri 8 Mataram.

Di Provinsi NTB, Fika Afriani menjadi satu-satunya guru SMA yang masuk 20 Besar sehingga diundang ke Jakarta oleh Kemdikbud selaku penyelenggara kompetisi. Berdasarkan rekam jejak pendidikannya, Fika merupakan lulusan FKIP Geografi Universitas Muhammadiyah Mataram tahun 2007. Kini, ia tengah menempuh Pendidikan Program Doktoral di Bidang Management Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui sistem tugas belajar.

Dikisahkannya bahwa ia harus bersaing dengan 2950 guru dengan berbagai jenjang pendidikan. Berbekal pengalaman pada tahun sebelumnya, ia optimis dan percaya diri bersaing dengan para kompetitor dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tahun kemarin itu, saya belum berhasil jadi yang terbaik. Berkat pengalaman kemarin, saya mengikuti lagi seleksi guru inspiratif,” kata Fika ketika ditemui awak media di SMAN 8 Mataram, Jumat (2/12/2022).

Fika mengaku untuk menembus seleksi tingkat nasional, ia kembali mempresentasikan keunggulan produk inovasi spesifikasi aplikasi simulasi tanggap bencana gempa dengan virtual reality. Aplikasi yang bisa didownload dengan Handphone Android melalui Playstore.

“Mengapa virtual reality? Mengapa tidak simulasi secara luring saja?. Sesuai bidang saya Geografi. Kemudian daerah kita juga daerah rawan bencana dan pernah dilanda bencana gempa. Nah siswa/peserta didik adalah subjek yang paling rentan dikarenakan menghabiskan waktu belajar di sekolah selama 5 sampai 6 jam. Jadi di sini perlu peran pendidik untuk membekali siswa,” urai Fika.

Menurutnya, aplikasi virtual simulasi tanggap bencana gempa tersebut memiliki nilai jual. Fungsinya selain untuk kebutuhan belajar, aplikasi ini dianggap mampu menciptakan siswa tangguh bencana. Cara kerja dalam aplikasi ini yaitu anak-anak diajak dan diajarkan melakukan simulasi secara virtual mulai mendengar bunyi suara sirine kemudian berkumpul. Tapi kelebihan aplikasi ini, aku Fika, lebih efisien dari aplikasi-aplikasi lain yang serupa.

“Nilai plusnya, aplikasi ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran bahkan di seluruh Indonesia, karena keselamatan merupakan kebutuhan setiap individu,” jelas Guru Geografi SMAN 8 Mataram ini.

Dalam kesempatan bincang-bincang santai penuh makna itu, Fika berharap dapat menambah khasanah pengetahuan dan wawasan para guru untuk kontinyu menempa ilmu ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan, katanya memotivasi, bila perlu menuntut ilmu harus menjadi inspirasi setiap orang.

“Kita boleh mundur selangkah untuk melesat lebih jauh. Kita punya potensi guru-guru muda yang akrab dengan teknologi. Tinggal ada tidaknya faktor internal untuk mengembangkan potensi kita. Lalu menjadikan sosok-sosok inspiratif sebagai faktor eksternal. Kami juga punya guru-guru senior yang kaya khasanah pengalaman dan kedewasaan, tentu bisa saling merangkul dan berbenah,” pungkasnya. (fie)



Pos terkait