Hari Pertama, Ritual Rebo Bontong Jadi Daya Tarik Gili Festival

  • Whatsapp

Lombok Utara (NTB), Utarapost.net– Gili Festival (Gilifes) merupakan event tahunan diselenggarakan oleh masyarakat dan stakeholder pariwisata di kawasan Gili Tramena yang dipadatukan dengan perayaan ritual adat “Rebo Bontong” atau Rabu terakhir bulan Safar kalender hijriah, Rabu (13/9/2023).

Pada 2023 masuk tahun ketujuh Gili Festival di Gili Trawangan dengan tema “Unity in Diversity”, bertujuan untuk menyatukan keragaman baik suku, adat maupun budaya.

Bacaan Lainnya

Hari pertama pelaksanaan Gili Festival tampak ramai didatangi masyarakat lokal selingkungan Desa Gili Indah yang ingin menyaksikan dan mengikuti ritual Rebo Bontong. Biasanya, perayaan Gili Festival setiap tahun berganti tempat, kadang di Gili Air atau Gili Trawangan.

“Adanya ritual Rebo Bontong ini ditujukan untuk mengusir segala bala bencana seraya mendatangkan kemakmuran dan keberkahan,” ujar Rifki, salah seorang Warga Trawangan.

Disisi lain, ungkapnya, pemerintah selalu mendukung kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh masyakat di kawasan Gili Tramena tersebut.

“Kami berharap kedepan orang-orang luar NTB bisa datang berkunjung dan menyaksikan ritual Rebo Bontong ini,” harap Rifki.

Sejurus bahasa, Warga Lombok Tengah yang menetap di Gili Trawangan, Zahra, tampak sangat antusias mengukuti tradisi ritual Rebo Bontong yang dikemas melalui rangkaian acara Gili Festival.

“Kami sangat senang dengan Gili Festival ini, karena Rebo Bontong adalah tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan kedepannya,” tutur Zahra.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata KLU, Denda Dewi Trisna Budi Astuti, mengungkapkan bahwa dengan kegiatan Gili Festival itu diasakan angka kunjungan wisatawan bisa meningkat seperti pada kondisi normal.

“Harapannya semakin normal dan meningkat, yang penting masyarakat merasakan kebahagiaan. Tentu untuk seluruh masyarakat umum se-NTB,” tutupnya. (dsr)

Pos terkait