Kelabuhi Awak Media, Oknum Kepsek SDN 2 Sungai Pinang Diduga Selewengkan Dana BOS TA 2020

  • Whatsapp

Ogan Ilir, Utarapost.net – Penyimpangan dana BOS ditingkat sekolah nampaknya telah menjadi fenomena umum, salah satunya di SD Negeri 2 Sungai Pinang, penyebabnya adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas. Kebijakan dana BOS terbukti kurang mampu menekan penyelewengan dalam pengelolaan anggaran.

Diduga oknum kepala sekolah SD Negeri 2 Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Abdullah dan oknum Bendahara Dana BOS Sekolahnya, diduga telah melakukan perbuatan melanggar hukum dengan menyalahgunakan dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS).

Bacaan Lainnya

Atas dasar kepedulian terhadap kelangsungan pendidikan di Kabupaten OI dan penyelamatan anggaran negara dibidang pendidikan, maka Koordinator Aksi Serikat Pemuda Dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM – SUMSEL) akan mengusut pelaksanaan Dana BOS SD Negeri 2 Sungai Pinang.

Menurut Koordinator Aksi SPN-Sumsel Yopi, laporan penggunaan dana BOS TA 2020 SD Negeri 2 Sungai Pinang tidak sesuai fakta di lapangan.

“Rincian penggunaan dana BOS SDN 2 Sungai Pinang yang diduga adanya penyimpangan anggaran dan manipulasi data. Dana BOS tahap satu Rp.56.000.000. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 6.860.000. Administrasi kegiatan sekolah 10.820.000. Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 13.720.000. Pembayaran honor 8.040.000. Total Penggunaan Dana Rp. 56.000.000,” ungkapnya,

Dana BOS tahap dua Rp.77.784.848. Pengembangan perpustakaan 10.437.000. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 5.614.750. Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 9.880.000. Pembayaran honor 8.640.000. Total Penggunaan Dana 49.817.000. Sisa Dana BOS tahap dua Rp. 27.967.848

“Dana BOS tahap tiga Rp.55.350.000. Dana Sisa Tahap Lalu Rp.27.967.848. Pengembangan perpustakaan Rp. 23.263.000. Administrasi kegiatan sekolah Rp. 8.944.000. Langganan daya dan jasa Rp. 11.300.000. Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 21.050.000. Pembayaran honor 8.640.000. Total Penggunaan Dana Rp.82.777.000. Sisa Dana BOS tahap tiga Rp.540.848,” jelasnya,

Berdasarkan temuan dilapangan menguatkan adanya indikasi penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh kepsek dan bendahara SDN 2 Sungai Pinang pada penggunaan dana BOS sekolahnya yang berpotensi merugikan keuangan Daerah maupun Negara.

“Tindak lanjut dugaan KORUPSI Kepsek dan Bendahara SD Negeri 2 Sungai Pinang nantinya akan kita limpahkan ke pihak berwajib sesuai dengan amanah UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi.” Tegas Yopi.

Dalam pada itu, terpisah oknum Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sungai Pinang Ketika dikonfirmasi via WhatsApp. Mengatakan jika penggunaan dana BOS sekolahnya TA 2020 lalu sudah sesuai dengan petunjuk dana BOS dan aturan dari Kemendikbud.

“Untuk lebih jelasnya hari Selasa tanggal 24/03/2021, pukul 08 wib saudara datang saja ke sekolah, saya akan terangkan.” janjinya

Pada hari Selasa tanggal 24/03/2021 oknum Kepsek SD Negeri 2 Sungai Pinang berusaha mengelabui awak media dengan mengirimkan foto berserta video sosok pria remaja yang sedang terbaring di Rumah Sakit yang disebabkan kecelakaan, pada kiriman foto dan video tersebut ada kalimat “Mohon do’a untuk keponakan mu”

Saat dihubungi via telpon yang menjawab istrinya dan mengatakan jika suaminya sedang pergi ke pasar belanja bahan bangunan, dan awak media menanyakan perihal kecelakaan yang anaknya, mendengar kabar itu istri Kepsek justru menanyakan balik kepada awak media dan mengatakan anaknya dalam keadaan baik-baik saja. [ her ].

Pos terkait