Nuzulul Qur’an di Kopong Sebangun, Pj Kades Samba: Al-Qur’an itu Bahan Introspeksi dan Introprospektif

  • Whatsapp

Gangga, Utarapost.net – Penjabat Kepala Desa Sambik Bangkol (Pj Kades Samba) Sarjono SIKom menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Baiturrahim Kopang Sebangun Rabu Malam (22/4). Hadir juga pada kesempatan itu Sekdes Samba Hadianto, Kaur Keuangan Syekh Abdullah, Kaur Perencanaan Raden Suriadi, sejumlah Perangkat Kewilayahan, Ketua MKD Samba Zulkarnaen serta undangan lainnya.

Pj Kades Samba Sarjono pada penyampaiannya di hadapan masyarakat Dusun Kopong Sebangun mengatakan, peringatan Nuzulul Qur’an perlu dimaknai dalam dua konteks yaitu al-Qur’an itu bahan introspeksi dan introprospektif. Maksudnya perenungan bagi semua orang sudah sejauhmana membaca, menghafalkan sekaligus mengamalkan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Sementara introprospektif itu bagaimana kita semua menuju masa depan kita berdesa berlandaskan alqur’an.

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, dulu Rasulullah SAW memakai nilai universal Al-Quran untuk mentransformasi bangsa arab menjadi beradab dan berkemajuan.

“Sekarang kita perlu tuntunan Al Quran untuk menata kehidupan berdesa agar lebih maju dan bebas dari kemiskinan,” jelasnya.

Dicontohkan, sampai sekarang daerah kita, begitupun desa kita belum lepas dari masalah kemiskinan, pengangguran, kesehatan, dan masalah sosial lainnya. Sampai sekarang pula kesatuan ekonomi desa kita masih rapuh dan belum beranjak produktif sebagaimana tuntutan masyarakat.

“Oleh sebab itu, sebagai upaya memerangi masalah-masalah tadi, memerangi kemiskinan, mendorong kreativitas dan produktivitas generasi muda kita, pemerintah desa ke depan harus fokus melakukan satu, dua atau tiga hal saja yang berkaitan dengan tumbuhnya iklim investasi maupun cuaca kreativitas,” terang Kasubbag Humas Setda KLU ini.

Ia juga memaparkan konsentrasi pembangunan desa ke depan perlu fokus mendorong pembangunan ekonomi desa serta membangun sumber daya desa dalam banyak sisi agar bisa bersaing dengan desa-desa yang lain.

“Saya yakin apabila kita bersandar pada tuntunan Al Quran, insya Allah di ujung jalan, di ujung terminal sana, Samba akan menjadi lebih baik, bebas dari kemiskinan dan pengangguran. Apalagi desa kita ini, wilayahnya subur, panorama alamnya hijau, komoditi perkebunan kita cukup berkualitas, ada cengkeh, ada durian dan sejenisnya. Patut kita syukuri dan kita banggakan bersama kopi Samba, telah terbukti memenangkan kualitas pasar, nomor satu”, cetus Sarjono

Menurutnya, desa setempat masih belum maju hingga saat ini dikarenakan konsep membangun desa masih belum tepat. Begitu pula kebijakan anggaran desa masih tercecer-cecer tanpa ukuran manfaat yang jelas.

Selama ini jumlah anggaran desa cukup besar namun ternyata dibagi habis seperti kita membagi biji kacang. Tampak merata tapi tidak adil karena patokan keadilan ternyata pada keadilan kodrat alam dengan alokasi anggaran hampir merata. Mestinya mengacu skala prioritas pembangunan berdesa.

“Mestinya kita berpatokan pada keadilan kontributif, artinya distribusi anggaran itu untuk hal-hal yang punya manfaat besar. Oleh karena itu, kita perlu merubah pola pembangunan desa, kita harus berpedoman pada skala prioritas yang punya manfaat dalam kurun jangka panjang,” urai Sarjono.

Apalagi, tambahnya, generasi muda di desa kita luar biasa, tapi sayang mereka belum memiliki ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan potensi. Maka kedepan pola kebijakan pembangunan desa harus lebih fokus untuk program-program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kemasyarakatan.

Jika kedua bidang tersebut mampu dibangun serta didongkrak perkembangannya, dirinya meyakini Samba akan melompat dari perkiraan. Pasalnya hal itu didukung SDA yang lengkap dan luar biasa.

Al-Quran juga mengajarkan bekerja keras guna mengubah nasib kita, mengubah nasib desa kita, mengubah nasib daerah kita. Al-Quran pun telah mengajarkan optimis menatap masa depan. Kreatif dan produktif agar dapat menjadi manusia pemenang.

“Saya yakin desa kita akan maju dan jaya. Saya dan kita semua yang hadir pada malam ini, harus yakin dan percaya, Samba akan menjadi desa yang maju dan berkah. Masyarakatnya bahagia lahir dan batin, “Samba Berjaya” sesuai dengan intisari UU Desa, Yaitu Desa Berjaya”, pungkasnya.

Dalam pada itu, penceramah Nuzulul Qur’an TGH Sukarman AR, menyampaikan ketika umat Islam melaksanakan ibadah Puasa dibulan Ramadhan, maka dibulan ini pula diperingati Nuzulul Qur’an. Pasalnya pada bulan Ramadhan Al Qur’an diturunkan.

Al-Qur’an selain sebagai mukjizat juga sebagai petunjuk (alhuda) bagi seluruh umat manusia. Petunjuk mengarungi kehidupan di dunia agar selamat di akhirat kelak. Petunjuk untuk membaca semua hal yang tersirat di alam semesta ini, bukan hanya membaca hal-hal yang tersurat saja.

Al-Qur’an juga sebagai pembeda (alfurqon) artinya pembeda mana yang hak dan mana yang bathil, yang benar dan yang salah serta penjelas atas segala sesuatu yang ada di muka bumi.

“Kalau kita semua bekerja mengacu dan berlandaskan pada Al-Qur’an, maka yakinlah rahmat Allah akan kita dapatkan dalam kehidupan di dunia ini,” terangnya.

Pada malam Nuzulul Quran, malam turunnya pedoman umat manusia, malam turunnya tuntunan umat manusia yaitu Al-Quran, kita diingatkan untuk semakin bersemangat bertadarus, semakin khusyuk bersalat tahajud, semakin lama i’tikaf di masjid, dan semakin mempertebal kesalehan sosial.

“Sebab Al Quran diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW agar menjadi rahmat bagi semua umat manusia dan membimbing kita semua menjadi lebih baik,” tutup Pimpinan Ponpes Bayyinul Ulum Santong tersebut. (sas)
foto: ron/samba

Pos terkait