Pamnas Gebyar Bonsai Tioq Tata Tunaq Songsong 15 Tahun Lombok Utara

  • Whatsapp
Pembukaan pameran Bonsai ditandai dengan pemukulan gendang Bleq oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu Selasa (4/7/ 2023).

Lombok Utara (NTB). Utarapost.net – Ratusan Pegiat Bonsai dari berbagai daerah memadati Lapangan Umum Kabupaten Lombok Utara untuk mengikuti Gebyar Bonsai Tioq Tata Tunaq. Pameran nasional Bonsai ini dihadiri Bupati Lombok Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, dan para Asisten lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Camat se-Kabupaten Lombok Utara serta sejumlah unsur lainnya, Selasa (4/7/ 2023).

Bupati Djohan menyampaikan terima kasih kepada pegiat bonsai khususnya pegiat bonsai di Lombok Utara pada ajang pameran nasional bonsai, sebuah moment spesial yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-15 KLU tahun 2023.

Bacaan Lainnya

“Panitia-panitia ini sangat luar biasa  mampu menggelar event besar seperti ini. Gebyar Bonsai yang spektakuler menurut saya, InsyaAllah tahun-tahun yang akan datang bisa kita selenggarakan lagi,” tutur H. Djohan Sjamsu.

Pameran bonsai kali ini juga diikuti peserta dari luar daerah seperti Bali dan Pulau Sumbawa sebanyak ratusan orang dengan jumlah bonsai sekira 500 pohon. Kata bupati, Bonsai memiliki karakteristik tersendiri sehingga tidak ada patokan apapun terkait keindahan bonsai, semua tergantung sudut pandang penikmat.

“Yang bagus dan mahal itu gak ada patokan, itu tergantung si penikmat, jadi ini seni yang bebas tanpa batas,” ujar orang nomor satu di Lombok Utara ini.

Selain faktor penikmat, ia menyebut bahwa faktor bagus atau tidaknya suatu bonsai karena prosesnya yang panjang dan prestasi dalam suatu kontes.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu berkesempat melihat salah satu Bonsai yang ikut di Pamerkan, Selasa (4/7/ 2023).

Dalam pada itu, Ketua Panitia Gebyar Bonsai Tioq Tata Tunaq tahun 2023, Nasli, mengungkapkan bahwa pentas bonsai tersebut mendapat apresiasi Pemkab Lombok Utara, sehingga pihaknya dapat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Kontes ratusan penghobi bonsai dari daerah lain memang membutuhan waktu yang cukup panjang melalui lobi-lobi panjang para penggiat bonsai. Kemudian pihaknya menyusun dan merancang kegiatan bersama mulai  tanggal 1 hingga 11 Juli mendatang.

“Sebenarnya kegiatan ini juga tidak lain untuk mengapresiasi para pecinta bonsai khususnya di Lombok Utara agar tidak kecewa dalam kreatifitas seni bonsai. Kesempatan spesial ini juga momen menyambut HUT ke-15 KLU dan HUT ke-78 Republik Indonesia,” kata Nasli yang juga Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang KLU ini.

Event yang mendapat dukungan penuh Pemkab Lombok Utara ini, ungkap Nasli, terutama untuk hajat mendukung pemulihan ekonomi kreatif yang digawangi Dinas Pariwisata.

“Alhamdulillah kegiatan bersama ini berkat kerja sama PPBI dan Dispar untuk menyelenggarakan Pentas Gebyar Bonsai Nasional, seperti kita lihat kualitas dan kuantitas bonsai yang dipamerksn cukup memukau,” terang Kabid Pora Dinas Dikbudpora KLU itu.

Kemanfaatan lain, kata Ketua  PPBI Cabang KLU ini, banyak peluang usaha menganga lebar bagi para pecinta bonsai di KLU yang mendapat bendera merah dan kuning karena bonsainya mendapat juara seningga pasti mengantongi harga yang cukup tinggi.

“Saya berharap penuh kepada para pecinta bosai agar lebih memperhatikan kualitas kesuburan dan perawatannya. Tentu melalui proses yang cukup panjang untuk bisa mendapatkan penghargaan terbaik. Kreativitas temen-temen pecinta bonsai juga penting. Intinya jangan kapok bilamana tidak mendapatkan penghargaan terbaik nanti, tetaplah optimis. Kita harus bisa merubah cara berfikir,” pesan Nasli. (enk)

Pos terkait