Peresmian Gerai Wetu Telu IKAWATI BPN KLU, Dirangkai Dengan Bazar produk UMKM

  • Whatsapp
Pemotongan pita oleh Ketua IKAWATI NTB, Dewi Kania Permatasari didampingi Kakanwil BPN Provinsi NTB, Lutfi Zakaria sebagai tanda diresmikannya gerai Wetu Telu BPN KLU di Halaman Kantah BPN/ATR setempat, Selasa (4/7/2023)

LOMBOK UTARA (NTB), Utarapost.net – Untuk pemberdayaan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM), Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara (Kantah KLU) meresmikan Gerai Wetu Telu dirangkaikan dengan Bazar Produk UMKM KLU,  bertempat di Halaman Kantah BPN/ATR setempat, Selasa (4/7/2023). Peresmian dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Lutfi Zakaria, Ketua IKAWATI NTB, Dewi Kania Permatasari, Kepala Kantah BPN KLU, H Supriadi, Ketua dan Pengurus IKAWATI KLU, Pelaku UMKM dan unsur lainnya.

Kakanwil BPN Provinsi NTB, Lutfi Zakaria pada momen peresmian ini mengatakan ia bersyukur bisa hadir di Lombok Utara kedua kalinya seraya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IKAWATI Lombok Utara yang telah membuat gerai dalam rangka pembinaan UMKM di antero bumi Tioq Tata Tunaq.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu fungsi BPN yaitu melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam konteks penggunaan dan pemanfaatan tanah

“Artinya segala kegiatan yang dilakukan diatas tanah termasuk pemberdayaan. Oleh karena itulah, BPN harus memberdayakan UMKM karena Ketua IKAWATI Nasional menyampaikan UMKM itu harus bisa naik kelas,” terangnya.

Ditambahkan Zakaria, ada dua hal problem UKM yaitu modal dan pasar seraya menyarankan pelaku UMKM terkait sumber modal bisa berkolaborasi dengan Pemda dan Perbankan. Sedangkan terkait pemasaran pihak BPN akan membantu lewat bazar dan pameran. Selain itu, pihaknya siap memberi pengarahan UKM ke plafon-plafon meroket place yang ada.

“Saya berharap ini bisa dilaksanakan dan yang paling penting semangat pemberdayaan UMKM ini tidak berhenti saat gerai dibuka ataupun saat bazar digelar, tapi tetap ada pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Kita akan sangat bangga dan merasa ada nilai lebih jika kita dapat membantu sesama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun berharap semua pelaku UMKM bisa menunjukan kemampuannya sehingga bisa naik kelas dan mempunyai nilai lebih.

“Semoga apa yang kita lakukan merupakan ibadah untuk kita semua. Terimakasih kepada Kepala BPN KLU telah menjadi pioner dalam mengembangkan UMKM di BPN NTB,” tutup Zakaria.

Dalam pada itu, Kepala Kantah BPN/ATR KLU, H. Supriadi menyampaikan sekilas histori UMKM. Menurutnya, UMKM setempat berdiri 2022. Namun hingga saat ini, pihaknya telah melakukan bazar yang ketiga kalinya. Pasalnya, berdasarkan saran dan arahan Ketua IKAWATI provinsi saat berkunjung ke kantor BPN Lombok Utara melihat lokasi gerai. Awalnya gerai ada di dalam kantor sehingga sedikit mengganggu proses pelayanan.

“Sehingga beliau mengusulkan membuat gerai di lokasi lain,
akhirnya kami membuat gerai di samping. Kenapa kita beri nama Gerai Wetu Telu, disini (KLU-red) sangat kuat filosofi dan unsur arti Wetu Telu itu sendiri yaitu mentiok, mentelok, menganak,” urainya.

Supriadi pun berharap dengan nama tersebut Gerai IKAWATI KLU bisa berkembang sembari menuturkan pihaknya sudah membuat MoU dengan pelaku pariwisata dalam hal kerja sama membantu promosi untuk menjual produk pelaku UMKM KLU.

“Saya harap kita bisa kolaborasi dengan SKPD-SKPD di KLU dan yang paling saya banggakan motto dari UMKM adalah “bela beli produk lokal” artinya kalau bukan kita yang beli siapa lagi,” pungkasnya.

Sementara Kabid Pemberdayaan BPN NTB, Tri Harianto mengapresiasi tinggi Kepala Kantah BPN KLU karena telah melaksanakan salah satu peran pemberdayaan masyarakat.

“Mungkin ada yang bertanya kok BPN memberdayakan UMKM. Ya karena salah satu program BPN adalah pemberdayaan masyarakat ya salah satu programnya adalah membina UMKM,” tuturnya.

Dikatakan pula, di Provinsi NTB ada 79 UMKM diantaranya 26 Kerajinan tersebar pada 10 kabupaten/kota. Sementara  UMKM yang paling banyak ada di KLU sejumlah 30 UMKM .

“Dengan keberadaan gerai ini kami berharap bisa mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan dan pendampingan,” harap Harianto. (dss)

Pos terkait