Pj Kades Samba Telusur Potensi di Dusun Senjajak

  • Whatsapp

Gangga, Utarapost.net – Menelusuri potensi setiap dusun yang ada di Desa Sambik Bangkol (Samba) Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Samba Sarjono, S.I.Kom setelah dilantik dua pekan lalu tanpa kenal lelah turun gunung menelusuri setiap pelosok wilayah desa yang dipimpinnya, salah satunya melalui kegiatan sambung rasa ke tiap dusun. Menjalin hubungan kemitraan yang erat dengan semua unsur masyarakat sekaligus menggali potensi sumber daya lokal untuk daya ungkit membangun Samba ke depan. Seperti dilakukannya pada Jumat (16/4) di Dusun Senjajak.

Sambung rasa merupakan salah satu kegiatan atensi Pj Kades Samba ini yang dilaksanakan di masing-masing dusun dalam rangka menyerap aspirasi dan informasi potensi sumber-sumber lokal yang ada di setiap wilayah. Silaturahmi Kades dan perangkat Desa Samba bersama tokoh-tokoh dusun tersebut guna menggali gagasan terkait fokus pembangunan desa ke depan.

Bacaan Lainnya

Dalam silaturrahmi telusur potensi ke dusun yang terkenal dengan panorama perkebunannya itu, Pj Kades didampingi langsung oleh Sekdes Samba Hadianto, S.Pd. Turut hadir Kaur Perencanaan Raden Suryadi, Kaur Trantib Ramdan, Kaur Keuangan Syekh Abdullah, Kasi Pemerintahan Hamzah S.Pd dan Kasi Kesra Budiasim.

Rombongan berangkat dari kantor desa menggunakan sepeda motor, sekitar pukul 11.45 Wita. Setibanya di dusun setempat rombongan disambut hangat oleh Kadus Senjajak Zainuddin, anggota BPD, sejumlah tokoh dusun dan segenap lapisan masyarakat di masjid Nurul Iman Senjajak kemudian melakukan shalat Jumat bersama.

Dalam pengantar penerimaannya, Kadus Senjajak Zainuddin memaparkan potensi yang ada di Senjajak, yaitu perkebunan, peternakan dan perikanan (budidaya kolam air tawar).

“Masalah kami belum dapat mengelola tiga potensi tadi terutama perikanan ikan ini. Kami minta pak Kades bisa membantu kami bagaimana mengelola perikanan kolam ini agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kami,” ungkapnya.

Pj Kepala Desa Samba Sarjono, S.I.Kom memaparkan silaturahim itu penting untuk penyamaan persepsi kedepan terkait langkah pemdes dan seluruh lapisan masyarakat dapat terus bersinergi membangun desa disamping memotivasi masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam pembangunan desa.

Menurutnya, Desa Sambik Bangkol sesungguhnya memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa terutama empat dusun di wilayah atas seperti Nyiur Setinggi, Senjajak, Gunung Borok dan Kopong Sebangun.

“Jika potensi SDA ini pengelolaannya benar maka akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Samba. Kita butuh inovasi membangun brand Desa” kata Kasubag Humas pada Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda KLU ini.

Lebih lanjut Pj Kades Samba ini mengatakan, kebijakan pembamgunan untuk peningkatan taraf hidup masyarakat di desa setempat memang sebelumnya telah dilakukan dengan sejumlah program. Namun program tersebut belum memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai visi misi Desa Samba.

“Saya cermati, ternyata persoalan kita selama ini adalah berbagai program diterapkan melalui kebijakan yang kurang tepat. Terkesan kita itu belum punya suatu pola atau formula pembangunan desa yang betul-betul relevan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat kita,” terang Pj Kades Samba ini.

Dilanjutkan Sarjono, perlu langkah tepat mengeksplorasi dan mengembangkan sebuah model aplikatif untuk mewujudkan Desa Samba yang “berkah” ke depan. Selain itu, dibutuhkan praktik baik untuk mendapatkan masukan guna merumuskan pola yang dapat menjadi standar dalam mengembangkan desa menjadi desa yang dapat maju dan mandiri.

“Saya yakin desa kita akan dapat maju, tapi perlu kita wujudkan salah satunya kita harus membuat merek (brand), tentunya dengan mengandalkan basis komunitas secara inklusif dan adil untuk menopang berbagai kebutuhan dasar secara mandiri,” terangnya.

Persoalan lain, masih kata Sarjono, kebijakan alokasi anggaran yang belum mengedepankan skala prioritas pembangunan desa sesuai RPJMDes tahun 2018-2024. Sebab anggaran desa yang jumlahnya milyaran ternyata dibagi habis per dusun seperti membagi biji kacang. Dampaknya, kita tidak akan pernah melihat adanya keberhasilan dalam membangun desa.

“Ke depan tidak boleh lagi perangkat kewilayahan mengajukan program yang tidak searah dengan kebijakan Pemdes sesuai RPJMDes dan RKPDes tahunan,” tandas Pj Kades ini.

Masih dituturkannya, pihak pemdes ke depan akan lebih banyak menyentuh bidang pemberdayaan dan pembinaan masyarakat berikut potensi sumber daya lokal yang ada.

“Setelah saya lihat dua pekan ini, infrastruktur di desa ini rata-rata bagus, masih sedikit lagi yang perlu mendapat perhatian,” pungkasnya. (sas)

Pos terkait