Pj Ketua TP PKK: Beri Ruang Bagi Para Difabel Agar Terus Berkarya

  • Whatsapp

Mataram – Penjabat Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi menghadiri Pelatihan Pengenalan Konvensi Hak dan Anak GEDSI Mainstreaming Bagi OPD, Organisasi Disabilitas, Perempuan dan Anak, Serta Organisasi Masyarakat yang berlangsung di Hotel Santika Mataram, Kamis (07/12).

Dalam pemaparannya Bunda Lale mengatakan akan memberikan ruang bagi para difabel sehingga mampu untuk terus berkarya dan terus meningkatkan kapasitas.

Bacaan Lainnya

“InsyaAllah, tahun 2024 untuk disabilitas akan kita masukkan kedalam Program PKK, karena bagaimanapun mau anak disabilitas atau tidak adalah sama – sama anak bangsa, yang wajib untuk kita perhatikan,” tuturnya.

Program PKK memiliki kesamaan dari tingkat pusat hingga desa. Terdapat 4 Kelompok Kerja (Pokja) PKK, yaitu Pokja 1 terdapat program pokok, seperti Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong.

Pokja 2 terdapat program pokok, seperti Pendidikan dan keterampilan, Pengembangan kehidupan berkoperasi, Pokja 3 terdapat Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga dan Pokja 4 terdapat program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat.

“PKK ini bergerak disemua bidang, mengerjakan tugas dari dinas, banyak yang mengira PKK tempat kumpul ibu – ibu, ternyata sebagian dari tugas OPD juga dikerjekan oleh PKK, bisa menegrjakan tugas dari Dikes, DP3AP2KB dan sebagainya,” ungkapnya.

Bunda Lale juga berharap agar seluruh OPD juga dapat melihat anak – anak difabel sebagai anak – anak mereka agar dapat diberi kesempatan untuk bekerja.

Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) atau “Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial”. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Dra. Nunung Triningsih menuturkan bahwa seluruh OPD lingkup Provinsi NTB sudah banyak yang menyadari akan kesetaraan.

“Insya Allah, OPD lingkup Provinsi NTB, saya sudah melihat banyak yang sudah menyadari perlunya keseteraan , tidak membeda bedakan, baik laki, perempuan, anak – anak, remaja, lansia maupun teman – teman disabilistas,” ungkapnya.

Pos terkait